Thursday, June 9, 2016

PHP POS (POINT OF SALE)

POS (Point of Sale) adalah program khusus yang dirancang untuk mempermudah transaksi penjualan yang dibutuhkan oleh pengusaha pertokoan  dengan menggunakan sistem kasir yang tercatat. Software POS ini terdiri dari dua modul yaitu Modul Kasir dan Administrasi. Modul kasir hanya melayani penjualan. Sedangkan Modul Administrasi digunakan untuk berbagai macam transaksi pembelian dan invetarisasi semua transaksi. Cara Pengoperasian software ini cukup mudah dan dapat menyajikan data yang akurat dalam beberapa jenis laporan (stok, hutang, piutang, customer, supplier, penjualan, pembelian serta laporan keuangan dan lain-lain). Software ini juga mampu memberikan history transaksi secara detail  dan  sistematis  berdasarkan nama kasir hingga ke jam dan jumlah transaksi.




Point Of Sale PHP menawarkan solusi untuk usaha kecil dengan fitur dapat melacak pelanggan, persediaan, keuangan dan juga bisa menampilakan laporan berdasarkan data penjualan. Dengan script ini, Anda akan dapat menambahkan sendiri semua kategori item dan merek dengan mudah.

Anda bahkan dapat mencari rincian pelanggan dalam database. Selain itu, ia menawarkan sekali klik untuk memesan yang mudah untuk menggunakan aplikasi Point Of Sale dan memiliki kemampuan untuk menampilakan lebih dari sepuluh jenis laporan berdasarkan data penjualan.

Point Of Sale PHP ini adalah software berbasis web sistem penjualan dirancang untuk membantu usaha kecil dengan dapat melacak pelanggan, item, dan penjualan. Program ini sangat cocok untuk bisnis yang menggunakan pembayaran tunai, cek, atau nomor rekening untuk penjualan mereka.

  • Fitur-fitur yang ada pada PHP Point Of Sale adalah:

* Quick sales interface
* Advanced reporting
* Customer and supplier tracking
* Multiple payment support
* Multiple employee support
* Platform: linux, windows, freebsd, osx, sun

  • Cara Instalasi pada Software PHP Point Of Sale yaitu:

Cara untuk menginstalasi software ini ternyata sangatlah mudah. Software program berbasis web aplikasi ini emang diberikan gratis dan bisa di download dengan gratisan, saya upload ulang disini di google drive pribadi, biar gak susah nanti kalau mau nyari lagi program point of sale nya.

Caranya setelah di download file program point of sale nya di komputer, biasa langsung ekstax dulu jadi file atau folder biasa, kemudian masukan ke file xampp/htdoc/barulah paste file point of sale atau pos di dalam folder htdoc jangan sampe salah menaruh.


Setelah selesai taruh filenya disana, kasih nama folder pos atau program point of salenya, kemudian jalankan xamppnya start apache nya dan juga mysql nya, kalau sudah tinggal buka langsung browsernya ketik . localhost/phpmyadmin kemudian enter.

Nanti kita buat database di phpmyadmin yang baru dibuka di browser, nama bebas sukasuka, saya ambil contoh nama database nya "shellipos" gak pake tanda kutip yah, udah dibikin atau create sukses. setelah itu kita upload atau import data masih dari phpmyadmin, klik import kemudian ambil data nya dari folder point of sale yang ada di htdocs, cari folder database kemudian yang di import file database.sql.



Setelah selesai dan sukses import, lanjut ke settingan selanjutnya, buka folder htdocs kemudian folder aplikasi point of sale kemdian pilih aplication terus config nanti ada file database.php.tmp kita ganti nama atau rename hapus saja .tmpnya sehingga jadi database.php kemudian save.


Setelah itu kita edit di file database yang baru aja kita ganti namanya tadi, contoh saya buat database shellipos, dan username isi dengan 'root' saja, dua saja yang kita edit setelah itu save. dan jalankan kembali 'localhost/phppos ' enter di browser anda bisa pakai browser google chrome atau mozila firefox bisa juga pakai internet ekplorer bebaslah, nama phppos itu disesuaikan dengan nama folder yang dibuat di aplikasi point of sale pertama kali saat di copy di htdocs.

  • Cara Penggunaan PHP Point Of Sale :

Dalam program ini Anda akan tahu tentang cara membuat Point online yang lengkap of Sale (POS) menggunakan PHP / MySQL.sistem ini juga membantu Anda tentang cara untuk membuat titik Online Sale yang melayani baik tunai, cek, dan kredit.


Sistem ini dapat menghasilkan laporan yang berbeda seperti:
-Laporan penjualan individu
-laporan persediaan
-Harian / mingguan / bulanan / tahunan laporan penjualan
-laporan Koleksi
-Laporan pemasok
-penerimaan
-Laporan Pelanggan

Persyaratan Sistem:
-Xampp 1.7.3 atau di bawah atau menggunakan WAMP
-Chrome, Firefox, Opera
Cara Instal?
-Download file di paling bawah
-Ekstrak file zip ke htdocs (ini adalah jalan: C: \ \ xampp \ htdocs)
Buat database
-Pergi ke browser Anda dan  ketikan "localhost/phpmyadmin"
-Buat nama database inventory
-Klik Tab Impor dan Browse file sql

Tuesday, May 10, 2016

APPLICATION SERVICE LIBRARY

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

ASL erat terkait dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).

Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.

ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

Cakupan ASL

ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:

Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik
terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:

  • Use Support
  • Configuration Management
  • IT Operation Management
  • Continuity Management            

  • Framework ASL

    Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
    1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?
    2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?
    aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan,
    peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu
    Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup
    dari proses bisnis.
    Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:
    Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini
    berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi
    kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan
    kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika
    penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien
    tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT
    penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama
    dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum
    jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.
    Sudut pandang kedua adalah 'siklus hidup proses bisnis'. Organisasi berkembang, lingkungan
    dan pasar berubah. Untuk terus berfungsi secara optimal, sistem informasi pendukung harus
    tumbuh dengan organisasi. Ini melibatkan meningkatkan aplikasi untuk saat ini dan masa depan teknis
    dan persyaratan fungsional. Proses aplikasi yang berhubungan umumnya account untuk sebagian besar
    biaya manajemen aplikasi.
    Kita dapat membedakan proses operasional, taktis dan strategis di kedua daerah. Hal ini menyebabkan
    mengilustrasikan kerangka ASL. Lingkaran dan persegi panjang di tengah masing-masing mewakili
    cluster proses. Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
    Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:
    ● 'pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi
    saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam
    operasi.
    ● 'tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan
    persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan
    penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.
    14
    The kemudi tingkat taktis terdiri dari proses manajemen secara keseluruhan. Proses ini menyediakan untuk
    kemudi kolektif dari proses operasional untuk 'layanan' di satu sisi dan 'aplikasi' pada
    lain. Baik di tingkat operasional strategis dan menyediakan proses manajemen. masa depan dan
    sehari-hari realitas demikian dijamin dalam proses ini.
    Tingkat strategis direktif juga membedakan dua kelompok proses, berdasarkan pembagian ke dalam
    'Angle layanan' dan 'sudut aplikasi'. Pada hari ini membuat layanan dan penyedia layanan yang lebih
    fleksibel, penyedia layanan hari ini (untuk kedua layanan operasional dan sistem perangkat tambahan) tidak
    tentu selamanya penyedia layanan. Ada banyak sekali alasan mengapa tugas-tugas ini juga bisa menjadi
    dilakukan oleh penyedia layanan lain. Persaingan antara penyedia layanan mengenai layanan
    dipasok meningkat. Memisahkan dua sudut memungkinkan untuk membuat pilihan individu
    untuk masing-masing daerah.
    Cluster proses di tingkat strategis adalah:
    ● Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan
    organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruan nya.
    ● Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk
    berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya
    kebijakan jangka panjang organisasi.
    SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL 
    Sebuah pencarian literatur belum mengungkapkan apapun teknik diagnostik yang komprehensif untuk mengevaluasi kualitas proses pemeliharaan, seperti yang dijelaskan oleh model proses tingkat tinggi hadiah inventarisasi proposal terbaru dari rekayasa perangkat lunak proses evaluasi dan penilaian model . Masing-masing model telah dianalisis untuk mengidentifikasi kontribusi yang dapat membantu pengelola . Dari tiga puluh empat model yang diusulkan dalam ulasan ini , hanya segelintir termasuk didokumentasikan praktek perawatan , kadang-kadang disertai dengan pemikiran dan referensi . Namun , tidak satupun dari mereka meliputi seluruh set topik dan konsep model proses diperkenalkan di sini.

    1. SOFTWARE MAINTANANCE
    Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).
    Dengan beragamnya tujuan perawatan perangkat lunak, maka jenis perawatan perangkat lunak dapat dibagi menjadi empat pula, yaitu perawatan perbaikan (correction), perawatan peningkatan kinerja (improvement), perawatan penyesuaian (adaptation), dan perawatan pencegahan (prevention). Akan tetapi, secara umum, jenis perawatan perangkat lunak dapat dikelompokkan kedalam dua kategori besar, yaitu perawatan perbaikan (correction) dan  perawatan peningkatan (enhancement). Perawatan jenis kedua mencakup perawatanimprovement, adaptation, dan prevention.
    Sayangnya, perawatan perangkat lunak belum dipahami sebagai sebuah proses yang harus dilakukan untuk menjaga agar perangkat lunak tetap dapat digunakan dengan optimal, sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Umumnya, para pengguna berpendapat bahwa sekali sebuah perangkat lunak selesai dibangun, perangkat lunak tersebut seharusnya dapat langsung digunakan, dan dapat terus digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama…

    2. ASPEK KEGIATAN MAINTENANCE
    Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
    1. Perencanaan

    Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi
    1.    Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan adalah :
    ·         Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
    ·         Penyusunan sistem perawatan
    ·         Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
    ·         Penerapan sistem perawatan dan pencatatan

    Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.

    2.      Pemeriksaan
    Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:
    ·      Pemeriksaan operasional
    ·      Pemeriksaan pemberhentian
    ·      Pemeriksaan overhaul.

    3.      Pemilihan komponen/ suku cadang Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

    3.  MAINTENANCE PLANNING ACTIVITY

    Definisi dan faktor-faktor penunjang, kendala yang muncul, langkah-langkah penyusunan, dan kebijakan perencanaan perawatan, klasifikasi, persiapan, dan prinsip perencanaan perawatan, tahapan perencanaan pekerjaan perawatan, perencanaan tenaga kerja perawatan, diagram alir pekerjaan perawatan, dan standar perencanaan perawatan.

    APA ITU COBIT?

    Apa yang anda ketahui mengenai COBIT (Control Objective For Information and Related Tecnology)? (Vclass ketiga (PreTest)

    Pengertian Cobit
    COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

    Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.

    Siapa saja yang menggunakan COBIT? COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

    COBIT dibuat oleh organisasi Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan dikembangkan oleh IT Governance Institute (ITGI). Saat ini pengembangan terbaru dari standar ini adalah COBIT Edisi 5.0.

    Misi Cobit 
    Melakukan penelitian, pengembangan, publikasi dan promosi terhadap control objective dari teknologi informasi yang secara umum diterima di lingkungan internasional untuk pemakaian sehari-hari oleh manager dan auditor.

    Lingkup Cobit 
    Cobit memiliki 4 Cakupan Domain yaitu:
    1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
    Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
    2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
    Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
    3. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
    Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
    4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
    Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

    Keempat domain tersebut diatas kemudian dijabarkan menjadi 34 faktor resiko yang harus dievaluasi jika ingin diperoleh suatu kesimpulan mengenai seberapa besar kepedulian manajemen terhadap teknologi informasi, serta bagaimana teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi.

    Gambar Kerangka COBIT 

    Skala maturity dari Framework COBIT 
    Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang. Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
    Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.

    Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
    1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
    2. Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
    3. Status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
    4. Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)

    Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
    1. Level 0 (Non-existent)
    Perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya.
    2. Level 1 (Initial Level)
    Pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan variasi dengan keahlian yang dimilikinya. 
    3. Level 2 (Repeatable Level)
    Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan. 
    4. Level 3 (Defined Level)
    Pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi. 
    5. Level 4 (Managed Level)
    Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
    6. Level 5 (Optimized Level)
    Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi.

    Sunday, March 20, 2016

    Teknologi Sistem yang telah menggunakan Manajemen Layanan SI

    1.       Contoh Teknologi/system yang telah menggunakan Manajemen Layanan SI?

    Go-Glam
    Layanan ini menyasar kaum hawa yang kerap membutuhkan perawatan dan layanan dari salon, tapi tidak memiliki waktu karena kesibukan beraktivitas. Layanan yang disediakan mulai dari pangkas rambut, manicure-pedicure, sampai make up. Cocok juga untuk kamu yang akan menghadiri pernikahan atau event penting lain seperti wisuda.
    Go-Clean
    Sesuai namanya, layanan ini merupakan jasa bersih-bersih baik hunian pribadi maupun kantor. Paket yang disediakan pun beragam, mulai dari sekadar menyapu dan mengepel, membersihkan kamar mandi, mencuci perabotan dapur, sampai membersihkan kamar mandi. Bila kamu baru saja menggelar pesta atau acara kumpul-kumpul di rumah dan tidak sempat bersih-bersih, layanan ini cukup menarik untuk dicoba.
    Go-Massage
    Hanya dengan membaca sekilas namanya, pasti kamu sudah menebak bila layanan ini merupakan layanan pijat by request. Kamu bisa memilih beragam jenis pijat, mulai dari refleksi sampai beragam pijat kesehatan lainnya.
    Merekrut dua dara
    Saat ini, tiga layanan Go-Jek berbau gaya hidup ini berada di bawah Co-Head Windy Natriavi dan Dayu Dara Permata. “Mereka adalah konseptor yang melahirkan ide-ide dari layanan baru Go-Jek”, lanjut Yovita.

    Salah satu alasan dipilihnya wanita sebagai leader yang menggawangi tiga layanan ini adalah karena sebagian produk yang dihadirkan Go-Jek membidik pasar kaum hawa sebagai konsumen utama mereka.

    Bidik pengguna kelas atas
    Berbeda dengan Go-Ride (booking ojek) yang membidik segala kalangan pengguna smartphone, Go-Clean, Go Glam, dan Go-Massage justru membidik pengguna kelas atas. “Tarif yang dikenakan untuk tiap-tiap layanan berkisar dari Rp60.000 sampai Rp200.000,” jelas Yovita.

    Untuk mendapatkan pengguna dari segmen yang berbeda ini, Go-Jek jelas harus menerapkan sejumlah strategi. “Salah satunya dengan pendekatan ke komunitas, juga sejumlah event offline yang cocok,” katanya.

    Terkait keamanan dan kualitas service, layaknya Go-Ride, untuk bisa bergabung menjadi staf ketiga layanan baru ini juga harus melalui sejumlah tes. “Kami tidak sembarangan merekrut orang. Kesemuanya sudah diketahui latar belakangnya, pengalaman, dan tingkat kompetensinya,” lanjut Yovita.

    Pihak Go-Jek sendiri menjamin privasi pengguna akan tetap terjaga dengan adanya evaluasi dan layanan konseling secara berkala bagi setiap stafnya. Saat ini, ketiga layanan ini baru memiliki 750 staf dan baru beroperasi di Jabodetabek saja. “Karena masih soft launching, kami baru memiliki 750 staf. Namun di awal tahun 2016 kami menargetkan ada 5.000 staf,” ujar Yovita.


    Berbarengan dengan soft launching ketiga layanan yang berhubungan dengan gaya hidup ini, Go-Jek juga meluncurkan Go-Box, layanan untuk memesan mobil pickup, mobil boks, truk engkel dan truk engkel boks untuk antar maupun kirim barang dalam jumlah besar. Bila kamu menggunakan layanan Go-Box, saat ini kamu bisa menikmati potongan harga sebesar 20 persen hingga 5 November 2015 mendatang.

    ITIL ( Information Technology Infrastructure Library )

    1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan ITIL? (Information Technology Infrastructure Library)?

    JAWAB :

    Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

    ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
    Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

    Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
    * ITIL Core Publikasi
    * ITIL Pelengkap Bimbingan
    * ITIL Web Support Services
    Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

    1. Service Strategy
    Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.
    Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
    Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
    • Service Portfolio Management
    • Financial Management
    • Demand Management
    Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
    Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

    2. Service Design
    Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
    Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
    Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
    1. Service Catalog Management
    2. Service Level Management
    3. Supplier Management
    4. Capacity Management
    5. Availability Management
    6. IT Service Continuity Management
    7. Information Security Management

    3. Service Transition
    Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
    Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
    1. Transition Planning and Support
    2. Change Management
    3. Service Asset & Configuration Management
    4. Release & Deployment Management
    5. Service Validation
    6. Evaluation
    7. Knowledge Management

    4. Service Operation
    Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
    Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
    1. Event Management
    2. Incident Management
    3. Problem Management
    4. Request Fulfillment
    5. Access Management

    5. Continual Service Improvement
    Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

    Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.

    Apa yang dimaksud dengan MANAJEMEN LAYANAN SI?

    1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan Manajemen Layanan SI?
    ·         Manajemen?
    ·         Layanan?
    ·         Sistem Informasi?

    JAWAB :

    ·         Manajemen
     adalah suatu seni dalam ilmu dan proses pengorganisasian seperti perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian atau pengawasan. Dalam pengertian manajemen sebagai seni karna seni berfungsi dalam mengujudkan tujuan yang nyata dengan hasil atau manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu yang berfungsi menerangkan fenomena-fenomena, kejadian sehingga memberikan penjelasan yang sebenarnya.
    ·         Layanan
    adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan yang berlangsung dalam interaksi dengan orang atau mesin fisik dan yang memberikan kepuasan konsumen
    ·         Sistem Informasi

    adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.